Diperkirakan oleh sejumlah klub Liga 1, Kippersluis tidak mau mengkhianati Persib

Letters Down, Persib vs Persija Resmi di Bali
Umuh Tentang Kippersluis: Tidak Ada Harapan, Hanya Tidak Jelas

Football5Star.com – Kevin van Kippersluis mengklaim telah ditawari sejumlah klub Liga 1 setelah dijatuhkan oleh Persib Bandung musim depan. Tapi, dia enggan memperkuat klub Indonesia selain Persib karena tidak mau dikhianati.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelatih asal Belanda itu tentu saja tidak memperpanjang kontraknya dengan Maung Bandung. Itu adalah dampak dari kinerja kecilnya sejak direkrut oleh Persib di pertengahan musim lalu.

Dari 14 pertandingan yang ia jalani, pemain berusia 26 tahun itu hanya mampu mencetak dua gol. Rekor ini bahkan lebih buruk daripada Arthur Geworkyan yang mengemas tiga gol dalam 9 pertandingan untuk Persib babak pertama.

Sejak Insiden Melawan Bola, Kippersluis Terus terang Ezechiel Masalah "class =" wp-image-251504

"Saya punya pengalaman yang tak terlupakan saat membela Persib. Tapi, sayangnya segera semuanya hanya menjadi kenangan. Saya bertemu beberapa orang baik saat di sini," kata Kippersluis seperti dikutip Tribune Jawa Barat.

Kepindahannya dari Persib tidak hanya membuat pesonanya memudar. Kippersluis mengakui bahwa beberapa tim telah menghubunginya. Tapi, dia enggan membela klub selain Persib di Indonesia.

"Ya, beberapa tim telah menghubungi saya untuk bergabung. Tetapi saya tidak ingin tinggal di Indonesia dalam satu atau dua tahun ke depan," pungkasnya.

Posting Diperkirakan sejumlah klub Liga 1, Kippersluis Tidak Ingin Mengkhianati Persib muncul pertama kali di Football5star Football News.

Dua pelatih klub League 2 optimis bahwa tim nasional Indonesia U-22 dapat memenangkan SEA Games 2019

Dua pelatih klub League 2 optimis bahwa tim nasional Indonesia U-22 dapat memenangkan SEA Games 2019

Koran Sepak Bola Unggulan

Selamat datang di situs koran sepak bola ini, koran sepak bola ini adalah situs sepak bola online yang sangat tepercaya yang akan selalu memberikan hal-hal yang sangat menguntungkan bagi para pemain karena situs sepak bola ini sudah dipercaya oleh para pemain dan situs ini juga akan menyediakan hal-hal tentang bola yang akan sangat berguna seperti berita sepak bola, jadwal bola dan prediksi bola

Ketika warga mulai pesimis tentang tindakan tim nasional senior Indonesia dalam kualifikasi untuk Piala Dunia 2022 di zona Asia, alih-alih kepercayaan ditempatkan pada tim nasional U-22 Indonesia yang akan bersaing di SEA Games 2019 di orang Filipina. Dua pelatih klub Liga 2, I Putu Gede Swisantoso dan Kas Hartadi, melihat Tim Pemuda Garuda memiliki peluang untuk menjadi juara di Filipina.

Meskipun sebenarnya di SEA Games 2019, tim nasional Indonesia termasuk dalam kelompok neraka bersama dengan Thailand, Vietnam, dan Singapura. Tidak hanya tiga tim, masih ada Laos dan Brunei Darussalam yang di atas kertas tidak lebih baik dari tim nasional Indonesia. Namun, itu berbeda dengan apa yang dirasakan oleh tim nasional senior Indonesia, Putu Gede dan Cash Hartadi, bahkan optimis bahwa tim nasional Indonesia U-22 dapat berbicara banyak di SEA Games 2019.

"Jika Anda melihat permainan tim nasional U-22 saat menghadapi Arab Saudi, mereka bermain kompak dan dapat mengurangi 1-1. Pertahanan itu bagus, jika lapangan depan bisa lebih tajam, ada kemungkinan untuk tidak hanya bertahan dari grup, dan juga menjadi juara, "kata Kas Hartadi yang kini menjadi pelatih Sriwijaya FC.

Tim nasional Indonesia U-22 baru saja ambil bagian dalam Turnamen Sepakbola Internasional CFA di Cina, di mana Tim Muda Garuda kalah 0-1 dari Cina dan Yordania dalam dua pertandingan pertama, dan bermain 1-1 dengan Arab Saudi di pertandingan final .

Putu Gede memiliki analisis yang sama dengan Kas Hartadi. Pelatih Babel United merasa ada bagian positif dari nasib tim nasional Indonesia di grup neraka.

"Jika berhasil selamat dari penyisihan grup, tim nasional Indonesia U-22 bahkan akan memiliki peluang besar untuk menjadi juara karena tentu saja ada tim favorit yang tertinggal di Grup B," kata Putu Gede.

Tim nasional Indonesia U-22 terlihat di sebelah mata

Tim nasional Indonesia memang diremehkan di tingkat Asia Tenggara, khususnya karena kekalahan terus-menerus di tingkat senior. Dan pelatih Thailand, Vietnam, dan Singapura tidak merasa bahwa tim nasional U-22 Indonesia bisa mengintimidasi di SEA Games 2019.

Walaupun tim nasional Indonesia U-22 telah menjadi penjaga kunci kompetisi CFA belakangan ini, tim nasional Indonesia memiliki permainan positif di mata Kas Hartadi atau Putu Gede.

"Saya tidak melihat skor akhir pertandingan di kompetisi karena ini masih babak persiapan. Musuh yang dijumpai juga semua memiliki kualitas di atas Indonesia. Tetapi, dari sisi permainan, mereka telah bermain dengan baik, hanya saja transisi ke serangan ditangani, "kata Putu Gede.

Masih ada sekitar satu bulan tersisa untuk Indra Sjafri untuk menilai tim yang akan dibawa ke SEA Games 2019. Putu Gede juga merasa bahwa Indra Sjafri memiliki beberapa pemain terbaik yang ia butuhkan.

"Jika masalah materi pemain diperlukan, saya pikir pelatih tahu lebih baik kebutuhannya karena suatu hari nanti akan ada batasan untuk pemain yang terdaftar. Sampai nanti ada eliminasi," jelas mantan kapten Arema FC ini.

kami berharap prediksi yang akan kami berikan setiap hari akan sangat berguna bagi semua pemain dan akan sangat membantu bagi para pemain

Pasca pelatih klub Two League 2 optimis tim nasional U-22 Indonesia dapat memenangkan SEA Games 2019 yang tampil pertama di Koran Bola.