5 Desa Wisata di Bali yang Unik dan Terkenal

Wisata di Bali

Bali adalah salah satu area wisata yang lumayan lengkap. Mulai dari wisata alam, sampai wisata kebiasaan ada di sana. Wisatawan yang datangjuga bebas memilih pilihan wisata yang cocok dengan kemauan mereka. Salah satunya dengan mendatangi desa wisata yang menarik dan barangkali tidak terdapat di lokasi lainnya. Jika kita tertarik untuk mendatangi desa wisata di Bali, berikut sejumlah tempat yang direkomendasikan.

Desa Panglipuran

Desa wisata kesatu yang sangat populer di Bali ialah Desa Panglipuran. Desa wisata ini mempunyai area seluas 112 hektar dan adalah salah satu Wisata Budaya di Bali yang me sti dikunjungi. Dari sekian hektar, melulu kurang lebih 9 hektar saja yang difungsikan sebagai lokasi tinggal dan perkampungan.

Sisa lahan di desa itu difungsikan sebagai perkebunan penduduk sekitar. Desa ini telah menjadi di antara desa wisata di Bali yang populer. Walau demikian, kekayaan kebiasaan di sana tetap terjaga sampai sekarang.

Desa ini memiliki format permukiman yang paling unik, yakni rumah-rumahnya yang masih memakai bahan-bahan bangunan alami laksana bambu, kayu, dan pun dedaunan sebagai atapnya. Desa ini pun sangat bersih dan rapi.

Desa Trunyan

Wisata di Bali
Wisata di Bali

Dilansir Situs Judi Online Terpercaya Desa Trunyan ialah salah satu desa tertua di Bali yang mempunyai tradisi unik. Tradisi itu ialah tradisi menempatkan jenazah di suatu anyaman bambu. Namanya ialah Seme Wayah.

Tidak laksana jenazah pada lazimnya yang dikubur atau dibakar, jenazah di desa Trunyan ini diperlakukan serupa dengan tradisi suku Toraja,yakni hanya ditaruh begitu saja dan tidak dipedulikan membusuk dengan sendirinya.

Keunikan desa ini menjadi pesona tersendiri untuk orang-orang yanghendak tahu lebih jauh tentang tradisi tersebut. Kini desa ini pun menjadi di antara desa wisata yang dapat dikunjungi wisatawan.

Desa Ubud

Salah satu Tips Liburan Murah ke Bali ialah dengan mengunjungi wisata alam. Kawasan Ubud adalah salah satu area wisata yang lumayan digemari oleh wisatawan. Daya tariknya ialah pemandangan alam yang sangat estetis dan masih alami di Ubud.

Desa Ubud pun memiliki pesona lain di samping pemandangan alamnya yang masih alami, yakni pusat kesenian di Bali. Beberapa kesenian khas di Desa Ubud yang disukai wisatawan dalam negeri dan mancanegara ialah seni ukir, tari, patung, lukis, dan lainnya.

Desa Ubud pun saat ini mempunyai predikat sebagai desa wisata bertaraf internasional, sampai-sampai namanya bakal semakin populer dan dikunjungi tidak sedikit wisatawan lokal dan internasional.

Desa Teganan

Desa wisata di Bali berikutnya ialah Desa Teganan. Desa ini ialah salah satu dar tiga desa di Bali yang masuk ke dalam rangkaian Bali Aga. Bali Aga ialah konsep desa tradisional yang masih dipertahankan dari dahulusampai saat ini.

Desa Teganan ini pun masih merealisasikan sistem tradisional dalam transaksi jual beli mereka. Di antaranya sistem tukar menukar barang atau barter.

Sedangkan profesi dari masyarakat Desa Teganan tersebut sendiri kebanyakan ialah petani dan seniman. Seniman di Dea Teganan kebanyakanialah pengrajin bambu, seniman lukis, dan pun penenun kain.

Desa Batubulan

Nama desa ini pun tidak lagi asing di telinga masyarakat. Desa Batubulan yang adalah salah satu Tempat Wisata di Bali ini memang tidak jarang dikunjungi wisatawan yang hendak melihat pertujukan tari tradisional khas Bali. Biasanya peragaan yang ditampilkan ialah tari barong, legong, dan kecak.

Desa Batubulan pun memiliki ragam kerajinan seni lainnya yang menrik perhatian wisatawan untuk melakukan pembelian barang oleh-oleh. Maka dari tersebut kawasan ini pun tidak pernah sepi dari pengunjung.

Beberapa kesenian yang sering dipasarkan di toko souvenir Batubulan antara beda kesenian patung dan pun kesenian ukiran. Jika Anda pecinta kerajinan seni, maka tempat ini dapat menjadi pilihan yang direkomendasikan.

5 Alasan Pacaran Yang Tidak Perlu Banyak Diumbar

http://www.atm303.com/

Kalau mau dirunut ke belakang, pacaran saat remaja sampai awal dewasa merupakan puncaknya mengumbar kebersamaan. Apalagi dengan adanya media sosial. Duh, rasanya setiap hal yang berhubungan sama pacar selalu ingin diumbar. Mulai dari foto berdua, barang kesayangan dia, bahkan sampai hal seprivat percakapan pun juga tak lupa diunggah. Lucu sih kesannya, tapi hal tersebut nggak bisa berlaku selamanya. Dikit-dikit diumbar mungkin merupakan hal yang wajar bagi mereka yang masih remaja, tapi berbeda halnya ketika kamu udah berumur lebih dari 25.

Bukannya dianggap wajar, kamu justru malah bisa diomongin di belakang. Parahnya lagi bisa jadi hubunganmu akan berdampak nanti ke depannya. Apalagi setelah kamu tuntaskan alasan-alasan ini. Bisa jadi kamu akan lebih bersabar dan nunggu nanti pas udah sah untuk bagi-bagi kebersamaan dengan pasangan halal. Agen Judi

1. Umur segitu identik dengan kedewasaan. Kalau banyak mengumbar hubungan, apa nggak malu sama umur kalian?
Umur memang tidak selalu selaras dengan tingkat kedewasaan. Namun umumnya, semakin bertambah umur, semakin bertambah pula kedewasaannya. Nah umur yang biasanya dianggap sudah dewasa ini adalah ketika kamu udah berumur lebih dari 25. Di umur yang lebih dari seperempat abad itu kamu dianggap udah mampu untuk sepenuhnya bertanggungjawab atas semua pilihan yang diambil dalam hidup.

2. Kalau dikit-dikit diumbar, bisa jadi hubungan kalian malah jadi rentan. Makin terjal pula jalan menuju pelaminan
Meskipun tujuan mengumbar kebersamaan di media sosial hanya untuk berbagi kebahagiaan, tapi kamu justru harus lebih ekstra hati-hati. Sebab di situlah celah hubunganmu bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang nggak bertanggungjawab nanti. Bisa jadi ada pihak yang nggak suka denganmu, lalu dengan sengaja membuat hubungan kalian berantakan. Mimpi kalian untuk naik pelaminan pun akhirnya bisa terancam gagal!

3. Dengan nggak mengumbar hubungan, kalian jelas terhindar dari nyinyiran dan pertanyaan kapan nikah yang menyebalkan
Pacaran di umurmu yang udah lebih dari 25 memang penuh tantangan. Salah satunya adalah pertanyaan kapan nikah yang menyebalkan. Jarang mengumbar kebersamaan di media sosial saja berpotensi diburu-burui dengan pertanyaan tersebut, apalagi kalau diumbar? Kalian justru berpotensi makin banyak mendapatkan nyinyiran orang-orang. Plus makin gencar mendapat pertanyaan kapan menikah yang semakin merisaukan hati.

4. Pun di umur segitu akan banyak hal yang lebih penting untuk dilakukan, daripada hanya mengumbar kebersamaan
Umur 25 (apalagi di atasnya) merupakan momen emas dalam hidup. Sebab di umur segitu, kamu pasti lagi sibuk-sibuknya. Mulai dari sibuk akan pekerjaan, sibuk dengan keluarga yang semakin jarang ketemuan, sampai sibuk cari waktu untuk bertemu dengan teman-teman terdekatmu. Nah kalau di umur segitu kamu masih sibuk umbar kebersamaan di media sosial, bukankah hal tersebut justru buatmu seperti nggak ada kerjaan? Orang-orang pun akan semakin memandangmu..

5. Kalau pun mau diumbar, tunggu saja pas kalian udah sah. Toh sama pasangan halalmu ini, nggak akan ada yang protes
Kalau boleh disimpulkan sih, terus mengumbar kebersamaan sama pacar di umur segini itu nggak akan memberimu manfaat sama sekali. Selain bisa menyebabkan hubungan jadi rentan, kamu juga dianggap seperti kurang kerjaan. Kalau pun mau mengumbar sih baiknya kamu lebih bersabar lagi. Tunggu saja saatnya dia benar-benar jadi milikmu.

Selain nggak akan ada yang protes, kamu justru akan lebih banyak mendapat doa restu dari banyak orang. Doa dari mereka juga sebagian kecil dari doa restu semesta kan?

Setelah menuntaskan alasan-alasan ini, apakah kamu masih mau cekrek-cekrek upload saat pacaran di umur lebih dari 25? Apapun pilihanmu nanti, semoga hal baik selalu menyertai kamu dan dia. Bahkan setelah kata ‘sah’ menggema